Ferrari Luncurkan Model "Edisi Terakhir" Montezemolo

Turin, KompasOtomotif - Ferrari segera meluncurkan edisi terbatas dari salah satu model andalannya, khusus untuk pasar Amerika Serikat saja. Menariknya, produk ini akan diperkenalkan pada acara memperingati 60 tahun beroperasinya Ferrari di AS, 12 Oktober 2014, yang dilangsungkan di Los Angeles.

Ironisnya, acara itu sekaligus malam terakhir bagi Luca Cordero di Montezemolo menjabat sebagai orang nomor satu di Ferrari. Montezemolo mengatakan, Ferrari hanya akan memproduksi 10 unit model edisi spesial dengan banderol sekitar 2,5 juta euro (Rp 38,5 miliar).

Meski belum menyebut model mana yang dijadikan edisi terbatas ini, tapi Motezemolo mengatakan ke-10 unit Ferrari itu akan ditawarkan dalam cat biru dengan garis putih. Warna yang sama digunakan oleh North America Racing Team yang membalap bersama Ferrari pada kurun 1958-1982. Hebatnya lagi, seluruh model yang baru mau diperkenalkan itu sudah ludes terjual.

Belum ada informasi tambahan menyangkut model yang segera diperkenalkan itu dari Ferrari. Tapi, sejumlah spekulasi mengatakan Ferrari akan memilih model F12 Berlinetta model kupe dua penumpang, dengan beberapa sentuhan khusus baik di sektor ekterior maupun interior.

Related Posts:

Range Rover Evoque Akan Berstatus Buatan China

London, KompasOtomotif - Range Rover Evoque akan menjadi model pertama Jaguar Land Rover (JLR) pertama yang dirakit di China. Keputusan ini dipastikan langsung oleh Ralf Speth, Chief Executive Officer (CEO) JLR di London, Inggris, seperti dilansir Autonews Europe (12/9/2014).

"Kami mulai dengan kendaraan yang paling besar permintaannya," jelas Speth. Perusahaan juga sudah menyiapkan model selanjutnya, yakni Land Rover Discovery Sport akan menyusul Evoque untuk diproduksi.

Evoque akan dirakit di pabrik Changshu, timur laut dari Shanghai. Fasilitas ini merupakan hasil kerja sama JLR dengan perusahaan lokal Chery Automobile yang siap diresmikan Oktober mendatang. Produksi perdana dipastikan menyusul dalam waktu dekat.

"Kami mulai satu model dulu. Pelatihan karyawan harus dilakukan dulu dan mempercepat kinerja mereka," lanjut Speth.

Pabrik ini menjadi fasilitas perakitan penuh pertama JLR di luar Inggris, termasuk rencana pendirian perakitan mesin dengan target produksi mulai 2015. Pabrik mesin ini nantinya akan memproduksi jantung pacu baru, Ingenium empat silinder.

Hingga kini, China merupakan pasar dengan pertumbuhan tercepat bagi JLR. Januari-Juni 2014, JLR sudah berhasil menjual 62.479 unit di China, atau berkontribusi 25,9 persen terhadap kinerja global 240.372 unit.

Related Posts:

Cincin Penggila Otomotif dari Serat Karbon

Utah, KompasOtomotif - Bagi sepasang kekasih yang mencintai otomotif atau dunia balap dan berniat melanjutkan hubungannya ke kenjang pernikahan, ada produk menarik untuk kalian. Namanya, "The Ultra" cincin khusus yang dibuat 100 persen dari bahan serat karbon yang biasa digunakan pada mobil-mobil sport, premium, bahkan di ajang balapan profesional. 

Seperti namanya, desain cincin ini juga terlihat seperti lapisan serat karbon. Berkelir hitam legam dengan tekstur khas serat karbon. Bisa jadi bagi sebagian "orang normal", cincin ini aneh karena lebih menarik perhiasan berlapis emas dengan bertahtakan berlian atau batu berharga lain. Namun, bagi penggemar balap, bisa jadi alternatif pilihan.

Kelebihan lain, selain tampilan yang khas dan berbeda dengan cincin pada umumnya, harganya relatif lebih terjangkau ketimbang perhiasan. Untuk model standar, bisa dipinang dengan 125 dollar AS atau cuma Rp 1,46 juta, belum termasuk ongkos kirim. Tertarik? Langsung sambangi situs resminya, www.carbonfiberbracelets.com.

Related Posts:

Komponen Lokal CBR150R Nyaris 100 Persen

Jakarta, KompasOtomotif - Honda CBR150R terbaru berstatus rakitan lokal, diproduksi oleh PT Astra Honda Motor (AHM) di pabrik Pegangsaan, Jakarta Utara yang khusus menelurkan sepeda motor tipe sport. Tak cuma menyandang status lokal, kandungan komponen dalam negeri sangat besar, yakni mencapai 96,2 persen.
Bagi AHM, tingginya kandungan komponen lokal ini mencerminkan besarnya dukungan perusahaan untuk produsen suku cadang di dalam negeri baik skala besar maupun kecil. Secara tidak langsung, keputusan AHM merakit sepeda motor baru ini mendorong meningkatnya pergerakan roda industri di sisi hulu industri otomotif dalam negeri.
Executive Vice President Director AHM Johannes Loman mengatakan, kehadiran CBR150R terbaru diharapkan membawa dampak positif terhadap industri otomotif dalam negeri, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan sepeda motor sport di Tanah Air, maupun peningkatan aktivitas perekonomian bangsa dari sisi otomotif roda dua.
"Kami ingin menjadi aset bangsa yang memberikan manfaat. Karena itu, kami berharap langkah memproduksi All New Honda CBR150R dapat semakin menghidupkan geliat karya anak bangsa dalam memajukan industri otomotif di dalam negeri, melalui produk berkualitas, berkelas, dan harganya yang terjangkau, untuk memenuhi permintaan motor sport yang terus bertumbuh," jelas Loman, Minggu (7/9/2014).
Lalu, komponen apa yang masih impor sebanyak 3,8 persen? Loman tidak menjelaskan detail. Hanya disebutkan bahwa, komponen yang belum berstatus lokal adalah sebagian dari sektor mesin.

Related Posts:

Daihatsu Xenia Tak Tertarik Bermain di Kelas Atas

Jakarta, KompasOtomotif – Hampir sebagian besar pemain di kelas Low MPV punya varian kelas atas. Di pasaran sudah ada Honda Mobilio RS, Avanza Veloz Luxury, Nissan Grand Livina Autech, Chevrolet Spin Activ, dan Suzuki Ertiga Elegan Plus. Tapi Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan tetap bertahan tak ingin punya varian Xenia di atas Rp 200 juta.
“Sampai saat ini pasar di atas itu belum ada buat kami,” ujar  Rudy Ardiman, Corporate Planning Division Head ADM, di Jakarta, Sabtu (7/9/2014).
Saat ini Xenia punya 20 varian. Terendah, tipe M M/T 1.0L dibanderol Rp 148,8 juta, sedangkan tipe teratas R A/T 1.3L Attivo dijual Rp 198,5 juta. Sementara itu, saudara satu pabrik, Avanza punya rentang harga tinggi, yakni Rp 186,1 hingga 209,7 juta.
“Segmen paling besar di Indonesia itu MPV, semua merek pasti berebut. Segmen ini sebenarnya ada pecahannya, ada yang medium dan high. Hingga saat ini kemampuan pasar seperti apa belum tahu, belum stabil di medium atau atas. Masyarakat kita biasanya ambil yang medium,” jelas Rudy.
Sulit buat Xenia bila ingin naik ke atas, bisa jadi akan terlalu bersaing bersama Avanza. Indikasi peluang ada di bawah. Terendus kabar ADM berencana ingin melahirkan model produksi dari konsep UFC untuk mengisi kelas di bawah Xenia. Detail dan Informasi akan dibeberkan dalam waktu dekat.

Related Posts:

Tanggapan Mereka Usai "Touring" Menggunakan Yamaha R15

Karawang, KompasOtomotif – Touring yang dilakukan 15 anggota komunitas pemiilik Yamaha R15 Club Bandung, menuju acara "Yamaha R Series Expo", di Karawang Central Plaza, Sabtu (6/9/2014), menguraikan banyak cerita. Hampir semua anggota yakin akan pilihannya, R15.
Rombongan berjalan beriringan ditemani komunitas Yamaha R25 Owners Indonesia (YROI). R15 Club Bandung dan YROI yang berada di bawah naungan Riders Federation Indonesia (YRFI) berangkat dari Bandung, melintasi Padalarang, Purwakarta, Cikampek, dan akhirnya tiba di Karawang, Jawa Barat.   
”Bagi saya tak ada pilihan, No Choice. Hanya R15 yang saya pilih karena kualitasnya. Saya beli karena paham keunggulannya dan tidak tertarik beli yang lain. Untuk touring seperti ini pun cocok, saya suka dengan dukungan teknologinya. Kalau di daerah Jabar saya sering naik R15 ke Sukabumi dan Cianjur, biasanya weekend kumpul dengan teman-teman di sana," cetus salah satu peserta touring, Yayat Hidayat, dalam keterangan resmi Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Minggu (7/9/2014).
Ketua Umum R15 Club Bandung Riyansyah pun ikut berkomentar. "Desainnya paling suka dan performa mesin untuk kelas sport karakter stop and go paling cocok untuk perkotaan. Saya pun terbiasa touring dengan R15 bersama teman-teman R15 Club Bandung. Biasanya 30-50 orang ikut city touring," sebut Riyansyah.
Sementara itu, Rizkiansyah, Pembina R15 Club Indonesia mengamini pernyataan Riyansyah. "Tidak tertarik dan tidak terpengaruh dengan yang lain karena terlanjur jatuh hati dengan R15. Penampilannya, mesinnya, handlingpower, perawatan dan harga pas di kantong. Pokoknya tak bisa pilih yang lain. Cocok juga buat touring seperti yang biasa saya lakukan ke Sukabumi dan Puncak," papar Rizki.

Related Posts:

Daihatsu Ingin Beradaptasi seperti Penyu



Jakarta, KompasOtomotif — Sebagai bagian dari corporate social responsibilities (CSR), Astra Daihatsu Motor (ADM) menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dengan membantu konservasi penyu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Penyu termasuk salah satu reptil purba yang mampu beradaptasi hingga zaman modern. Namun sekarang, populasinya terancam punah sehingga dilindungi pemerintah. Ekosistem alami mereka terkikis oleh salah satu musuh alami, yaitu manusia. Sebagian besar jenis penyu di alam bebas butuh bantuan untuk bertahan hidup.

Dari tujuh jenis penyu di dunia, enam di antaranya ada di Indonesia. Dua dari enam itu bisa ditemui di Pramuka, yakni penyu hijau dan sisik. Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Wahju Rudianto mengatakan, jenis yang paling banyak ditemui di Pramuka adalah penyu sisik.

"Penangkaran penyu di Pramuka telah dimulai sejak 1989. Meski kerja sama dengan Daihatsu baru dimulai Maret lalu, kami berharap kegiatan ini terus berlanjut," ujar Wahju, saat dikunjungi rombongan ADM, Senin (15/9/2014).

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra mengatakan, program ini merupakan hasil perencanaan dan koordinasi antara ADM, Taman Nasional Kepulauan Seribu, dan Klub Daihatsu, yaitu Taruna Owners (TO), Terios Rush Club Indonesia (Teruci), dan Ceria Club Indonesia (CCI).

Rancangan ide untuk perbaikan fasilitas telah digarap April lalu, sementara implementasinya telah dilakukan Mei-Juni. Sekarang, pembangunan berupa tempat perteluran penyu, renovasi rumah, pemeliharaan penyu serta pemasangan papan informasi dan sosialisasi pentingnya pelestarian penyu sudah bisa terlihat.

"Sebagai bagian dari menghijaukan Indonesia, penyu harus dilestarikan sebab dia telah beradaptasi dari zaman purba hingga sekarang. Daihatsu juga ingin beradaptasi seperti penyu. Tahun ini, Daihatsu sudah berumur 107 tahun, tentu bukan usia yang muda untuk otomotif. Kami berharap program ini bukan sekali langsung selesai," ungkap Amelia.

Selain di Pramuka, Daihatsu juga punya sejumlah konservasi penyu bekerja sama dengan berbagai klub pemilik Daihatsu. Tiga lokasi Konservasi Penyu Binaan Daihatsu lainnya adalah Pantai Perancak (Bali), Batu Hiu (Pangandaran), dan Pangumbahan (Ujung Genteng).

Related Posts: