Kamis, 27 November 2014

Daihatsu Xenia Tak Tertarik Bermain di Kelas Atas

Jakarta, KompasOtomotif – Hampir sebagian besar pemain di kelas Low MPV punya varian kelas atas. Di pasaran sudah ada Honda Mobilio RS, Avanza Veloz Luxury, Nissan Grand Livina Autech, Chevrolet Spin Activ, dan Suzuki Ertiga Elegan Plus. Tapi Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan tetap bertahan tak ingin punya varian Xenia di atas Rp 200 juta.
“Sampai saat ini pasar di atas itu belum ada buat kami,” ujar  Rudy Ardiman, Corporate Planning Division Head ADM, di Jakarta, Sabtu (7/9/2014).
Saat ini Xenia punya 20 varian. Terendah, tipe M M/T 1.0L dibanderol Rp 148,8 juta, sedangkan tipe teratas R A/T 1.3L Attivo dijual Rp 198,5 juta. Sementara itu, saudara satu pabrik, Avanza punya rentang harga tinggi, yakni Rp 186,1 hingga 209,7 juta.
“Segmen paling besar di Indonesia itu MPV, semua merek pasti berebut. Segmen ini sebenarnya ada pecahannya, ada yang medium dan high. Hingga saat ini kemampuan pasar seperti apa belum tahu, belum stabil di medium atau atas. Masyarakat kita biasanya ambil yang medium,” jelas Rudy.
Sulit buat Xenia bila ingin naik ke atas, bisa jadi akan terlalu bersaing bersama Avanza. Indikasi peluang ada di bawah. Terendus kabar ADM berencana ingin melahirkan model produksi dari konsep UFC untuk mengisi kelas di bawah Xenia. Detail dan Informasi akan dibeberkan dalam waktu dekat.
Read More

Tanggapan Mereka Usai "Touring" Menggunakan Yamaha R15

Karawang, KompasOtomotif – Touring yang dilakukan 15 anggota komunitas pemiilik Yamaha R15 Club Bandung, menuju acara "Yamaha R Series Expo", di Karawang Central Plaza, Sabtu (6/9/2014), menguraikan banyak cerita. Hampir semua anggota yakin akan pilihannya, R15.
Rombongan berjalan beriringan ditemani komunitas Yamaha R25 Owners Indonesia (YROI). R15 Club Bandung dan YROI yang berada di bawah naungan Riders Federation Indonesia (YRFI) berangkat dari Bandung, melintasi Padalarang, Purwakarta, Cikampek, dan akhirnya tiba di Karawang, Jawa Barat.   
”Bagi saya tak ada pilihan, No Choice. Hanya R15 yang saya pilih karena kualitasnya. Saya beli karena paham keunggulannya dan tidak tertarik beli yang lain. Untuk touring seperti ini pun cocok, saya suka dengan dukungan teknologinya. Kalau di daerah Jabar saya sering naik R15 ke Sukabumi dan Cianjur, biasanya weekend kumpul dengan teman-teman di sana," cetus salah satu peserta touring, Yayat Hidayat, dalam keterangan resmi Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Minggu (7/9/2014).
Ketua Umum R15 Club Bandung Riyansyah pun ikut berkomentar. "Desainnya paling suka dan performa mesin untuk kelas sport karakter stop and go paling cocok untuk perkotaan. Saya pun terbiasa touring dengan R15 bersama teman-teman R15 Club Bandung. Biasanya 30-50 orang ikut city touring," sebut Riyansyah.
Sementara itu, Rizkiansyah, Pembina R15 Club Indonesia mengamini pernyataan Riyansyah. "Tidak tertarik dan tidak terpengaruh dengan yang lain karena terlanjur jatuh hati dengan R15. Penampilannya, mesinnya, handlingpower, perawatan dan harga pas di kantong. Pokoknya tak bisa pilih yang lain. Cocok juga buat touring seperti yang biasa saya lakukan ke Sukabumi dan Puncak," papar Rizki.
Read More

Rabu, 26 November 2014

Daihatsu Ingin Beradaptasi seperti Penyu



Jakarta, KompasOtomotif — Sebagai bagian dari corporate social responsibilities (CSR), Astra Daihatsu Motor (ADM) menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dengan membantu konservasi penyu di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Penyu termasuk salah satu reptil purba yang mampu beradaptasi hingga zaman modern. Namun sekarang, populasinya terancam punah sehingga dilindungi pemerintah. Ekosistem alami mereka terkikis oleh salah satu musuh alami, yaitu manusia. Sebagian besar jenis penyu di alam bebas butuh bantuan untuk bertahan hidup.

Dari tujuh jenis penyu di dunia, enam di antaranya ada di Indonesia. Dua dari enam itu bisa ditemui di Pramuka, yakni penyu hijau dan sisik. Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Wahju Rudianto mengatakan, jenis yang paling banyak ditemui di Pramuka adalah penyu sisik.

"Penangkaran penyu di Pramuka telah dimulai sejak 1989. Meski kerja sama dengan Daihatsu baru dimulai Maret lalu, kami berharap kegiatan ini terus berlanjut," ujar Wahju, saat dikunjungi rombongan ADM, Senin (15/9/2014).

Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra mengatakan, program ini merupakan hasil perencanaan dan koordinasi antara ADM, Taman Nasional Kepulauan Seribu, dan Klub Daihatsu, yaitu Taruna Owners (TO), Terios Rush Club Indonesia (Teruci), dan Ceria Club Indonesia (CCI).

Rancangan ide untuk perbaikan fasilitas telah digarap April lalu, sementara implementasinya telah dilakukan Mei-Juni. Sekarang, pembangunan berupa tempat perteluran penyu, renovasi rumah, pemeliharaan penyu serta pemasangan papan informasi dan sosialisasi pentingnya pelestarian penyu sudah bisa terlihat.

"Sebagai bagian dari menghijaukan Indonesia, penyu harus dilestarikan sebab dia telah beradaptasi dari zaman purba hingga sekarang. Daihatsu juga ingin beradaptasi seperti penyu. Tahun ini, Daihatsu sudah berumur 107 tahun, tentu bukan usia yang muda untuk otomotif. Kami berharap program ini bukan sekali langsung selesai," ungkap Amelia.

Selain di Pramuka, Daihatsu juga punya sejumlah konservasi penyu bekerja sama dengan berbagai klub pemilik Daihatsu. Tiga lokasi Konservasi Penyu Binaan Daihatsu lainnya adalah Pantai Perancak (Bali), Batu Hiu (Pangandaran), dan Pangumbahan (Ujung Genteng).
Read More